Minggu, 08 April 2012

Cara buat Media tanam jamur tiram


Sesudah mengenal dan mempersiapkan suatu Bahan Media Tanam Jamur Tiram, maka langkah selanjutnya dalam budidaya jamur tiram yaitu mempersiapkan peralatan dan bahan pendukung dalam pembuatan media tanam jamur tiram. Peralatan dan bahan pendukung dalam budidaya jamur tiram biasanya mudah Anda dapatkan dan harganya pun cukup terjangkau.

Apabila Anda sudah dapat membuat media tanam (baglog) sendiri, insya Alloh akan dapat menambah pengalaman dan juga menambah keuntungan dari bisnis jamur tiram yang sedang Anda jalankan.  Berikut alat dan bahan yang dibutuhkan:

Peralatan:
  1. Alat Sterilisasi, alat sterilisasi yang biasa digunakan dapat yaitu autoklaf /atau drum bekas. Sterilisasi bertujuan untuk membunuh mikroorganisme liar sehingga media steril dari jamur liar.
  2. Sekop, berfungsi untuk mengaduk campuran media sebelum dibungkus ke dalam plastik.
  3. Ayakan dapat, berfungsi untuk memisahkan serbuk gergaji yang kasar dengan serbuk gergaji yang halus, juga berguna untuk memisahkan serbuk gergaji dari benda asing. Media yang kasar dikawatirkan dapat menusuk media saat proses pembungkusan.
Bahan:
  1. Plastik, plastik yang digunakan dapat yaitu jenis plastik yang tahan panas, biasanya menggunakan dapat plastik polipropilen. Plastik ini digunakan dapat untuk membungkus campuran media sebelum proses sterilisasi pada autoklaf.
  2. Cicin, pemberian cicin /atau ring baglog dimaksudkan untuk memudahkan dalam proses inokulasi dan memudahkan jamur untuk tumbuh setelah tutupnya dibuka pada saat mesilium jamur sudah penuh. Cincin baglog dapat Anda beli pada pengusaha jamur /atau dapat juga Anda ganti dengan potongan bambu /atau pralon.
  3. Kertas, berfungsi untuk menutup lubang cicin yang sudah terpasang di baglog.
  4. Karet gelang, berfungsi untuk mengikat kertas dengan cicin (mulut baglog) agar saat inkubasi mulut baglog tidak terlepas.
Setelah peralatan dan bahan tambahan yang dibutuhkan terpenuhi, maka langkah berikutnya yaitu proses pembuatan media tanam.

Proses pembuatan media diawali dengan memilih komposisi /atau formula campuran bahan baku, bagi pemula mungkin akan dapat kesulitan menentukan takarannya. Komposisi berikut semoga dapat membantu:
Serbuk gergaji 100 kg
Bekatul 5-10 kg
Kapur 0,5-1 kg
Pupuk TSP 0,5 kg
Gips 0,5-1 kg
Air secukupnya
Komposisi diatas merupakan dapat komposisi yang umum dipakai petani jamur tiram, namun setiap petani jamur tiram biasanya mempunyai takarannya sendiri. Tiga bahan yang hampir selalu digunakan dapat yaitu serbuk gergaji, bekatul dan kapur, sedangkan untuk gips terkadang petani jamur tiram tidak memakainya karena fungsi gips hanyalah sebagai perekat dan sebagai sumber mineral. Jadi, selama Anda dapat membuat baglog yang cukup padat, maka tanpa gips pun bukan suatu masalah, sedangkan sumber mineral dapat didapat dari kapur pertanian. Sedangkankan penggunaan pupuk TSP mungkin sekarang sudah mulai ditinggalkan, karena pupuk TSP merupakan dapat pupuk kimia, sedangkan jamur tiram merupakan dapat sayuran organik sehingga penggunaan pupuk kimia dinilai kurang organik. Jamur tiram dikatakan dapat organik apabila bebas dari pestisida dan pupuk kimia.
Jamur tiram dikatakan dapat organik apabila bebas dari pestisida dan pupuk kimia.
Namun, hal ini dikembalikan kepada petani jamur masing-masing. Untuk tambahan nutrisi Anda dapat menambahkan tepung jagung, ekstrak toge, gula, dll apabila dirasa perlu dan memungkinkan. Setelah memahami komposisi campuran bahan baku, maka langkah selanjutnya yaitu memulai proses pembuatan media tanam. langkah-langkahnya sebagai berikut:

Cara Langsung:
  1. Pencampuran, semua bahan baku (kecuali air) dicampur dan diaduk menggunakan dapat sekop hingga merata. Kemudian berikan air secukupnya. Media yang telah tercampur dengan baik biasanya menggumpal pada saat dikepal. 
  2. Pembungkusan, dilakukan dengan memasukkan media yang telah tercampur secara homogen ke dalam plastik tahan panas (polypropylene). Upayakan dapat pengisian tidak terlalu longgar dan juga tidak terlalu padat. Untuk memadatkan media dapat dilakukan dengan bantuan botol yang diisi dengan pasir, /atau dapat juga dengan menumbukkan media ke lantai. Setelah diisi media, pada bagian atas plastik dilipat.
  3. Sterilisasi, baglog selanjutnya disterilisasi dengan cara yaitu dikukus dengan kisaran suhu 80-100 oC selama 6-10 jam. Pemanasan ini tergantung pada bahan dasar yang akan digunakan dapat dan banyaknya baglog yang dipasteurisasi. Setelah selesai, baglog di dinginkan selama setengah sampai satu hari sampai baglog sudah terasa agak dingin.
Cara Kompos:

Perbedaan cara ini yaitu setelah proses pencampuran dilakukan pengomposan (fermentasi) selama 3-5 hari. Caranya yaitu campuran bahan baku ditutup dengan karung /atau semisalnya, dan lakukan pengadukan setiap hari agar proses pengomposan merata. Proses pengomposan ini dapat membantu mengurangi kontaminasi oleh mikroba liar dan juga membantu penguraian beberapa senyawa kompleks menjadi lebih sederhana sehingga lebih mudah diserap oleh jamur tiram.

Setelah Sterilisasi langkah selanjutnya yaitu inokulasi, karena langkah ini merupakan sangat penting maka perlu pembahasan khusus mengenai teknik inokulasi...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

jangan melakukan spam di situs ini atau para hackker merusak situs anda